Rabu, 05 Maret 2014

Ketika pelangi itu hadir
Tak akan ada hujan disini
Tak ada lagi awan dan petir yang berlari
Tak akan ada lagi rapalan dari sang pesakit hati

—-
Ketika pelangi itu hadir kembali
Mataharipun bersembunyi tak mau mengusik lagi
Awan-awan cumulu nimbus pun pergi memulangkan diri
Hanya sengegam hujan yang masih terpatri sebagai keseimbagan diri

—-
Ketika pelangi itu perlahan melenyapkan diri
Ah….
Petir dan awan itu mulai berlari ke arah sini
Matahari itu pun dengan gagah berani merajai diri
Tapi sinar itu tak perna lelah berhenti
Berpeluh keringat terus berlari
Mencapai awan-awan bermohkata
Agar tercipta pelangi lagi…

—-
Ketika pelangi itu seperti tak akan datang lagi
Hanya awan-awan cumulu nimbus yang tersengir terpuaskan menguasai wilayah diri
Tapi masih ada pucuk-pucuk mimpi sebagai tameng diri
Pucuk impian yang akan terus mengrayangi diri
Agar terus mengeliat dan tak mematungkan diri

—-
Ketika pelangi itu memang tidak akan datang lagi
Bercumbu dengan rasa ikhlas adalah yang terbaik untuk diri
Biarkan putik-putik ikhlas itu berkencan dengan awan-awan cumulu nimbus sang pelenyap pelangi
Hingga melahirkan ruang ruang hati yang akan siap di isi lagi

                                               My Brother "Sang Penyemangat"









Senin, 24 Februari 2014

Lelah Ku Menghadapi Semua Ini

Akhir2 ini q rasakn sedikit kebahagiaan_
Yg dpt membut q tersenyum manja_
Yg dpt membuat hati q sedikit tertawa_
Setelah sekian lama di penuhi air mata_

Namun seperti hari2 sebelumnya_
Kebahagiaan itu hanya datang sekejap saja_
Hanya sekedar mampir tuk menghibur hati q yg lirih_
Setelah itu sang kebahagiaan pergi tanpa jejak_
Meninggalkn hati q yg kini terisi air mata lagi_

Begitulah alur hidup q...
Kebahagiaan dan Air mata selalu datang silih berganti...
Seolah mempermainkn hidup q tanpa henti...

Sungguh lelah aq menghadapi semua ini...
Tak kuat rasanya untk melanjutkn hidup ini...
Tak kuasa q menahan semua cobaan yg datang menghampiri secara bertubi-tubi...

Ingin rasanya q rebahkn kepala q sejenak di bahu sang malaikat...
Ingin rasanya q sandarkn tubuh ini sebentar...
Ingin rasanya q pejamkn mata ini sesaat...
Untk mengistirahatkn diri q lelah...
Namun sang waktu tak pernah mengizinkannya...
ͼ(ݓ_ݓ)ͽ Ketika Petang Menjelang Malam ͼ(ݓ_ݓ)ͽ
Mentari, terimakasih telah menyinari dunia q..
Mentari, terimakasih atas setia mu yg selalu hadir di hari2 q..
Mentari, beristirahatlah kau hingga pagi menyapa mu..
Biarkan bulan & bintang menggantikan posisi mu..
Tuk menyinari dunia ketika senja & malam tiba..

Bulan, terangilah malam ku dgn sinar putih mu..

Bulan, bawalah sang bintang tuk menemani mu..
Bintang, temanilah daku di malam sunyi q..
Bintang, bantulah rembulan tuk terangi bumi dgn cahya mu..

Mentari...
Tersenyumlah pada q saat fajar terbit nanti..
Bangunkan aq dari tidur lelap q malam ini..
Sambutlah hari q dgn cahaya terang yg menghangatkan jasmani..
Jangan pernah kau lelah & bosan tuk hadir dalam dunia yg kelam ini..

Bintang...
Berkeliplah sepanjang malam di langit yg hitam..
Pancarkan cahaya mu ke bumi q walau hanya 1 malam..
Jgn pernah berhenti kelipkn sebercik cahya dalam gelap malam..

Sesaat lagi petang akan berganti malam

Sakit Hati Karena Cinta


Harapan hatiku ingin hidup bahagia
Tetapi mengapa sering saja hati ini terluka
Baru ku coba bercinta
lalu engkau pun berbuat angkara
Mengapa harus aku yang menjadi mangsa

Harapan untuk kekalan hanya tinggal khayalan

Walaupun tlah ku coba bertahan
Tapi apa akan daya ku??
Retak akhirnya cinta kita tanpa ku tahu apa penyebabnya
Mudah sekali kau mematahkan dahan asmara

Sampai kapan ku harus begini kasih??

Sampai kapan harus kau dera hatiku?
Dimanakah janjimu yang kau tabur dulu
Sebelum kuserahkan cintaku
Tak bisakah kau rasakan betapa hancurnya hatiku

Siapakah yang mengganggu hatimu?

Siapakah yang merampas cintamu?
Katakan padaku biar jelas semuanya
Adakah orang yang sedang kau sayang?
Ato adakah orang yang sedang kau buru?
Berterus teranglah padaku..!!!
Apakah kau senang menyiksaku seperti ini..

Puisi Sahabat Yang Telah Pergi


hirisan belati yg memilu
bagaikan tusukan duri sembilu, tidak sepedih mahupun seperit luka mu
lungakapan jiwa yg lara tertuang dlm karya mu yg indah
namun kini hilang dalam bacaan nyata..

fikiran mu tercurah habis dlm karya mu

puisi mu penuh keinsana dan keikhlasan
tanpa mengharap balasan atau pujian.
karena kau tau puisi mu adalah luahan jiwa mu
gambaran hidup mu,lukisan hati nurani mu..

karya mu memancar cahaya kejiwaan

menyuluh kelam yg suram..
menjulang tinggi perasaan, menuju lurus perjalanan dr halus tulus perasaan
tapi sayang setitik penghargaan tak pernah kau dapatlkan
cuma lecehan dr manusia yg tak berakal..

mungkin pemahaman yg kurang atau pun hati yg songsang

yg hanya bisa melecehkan tak pernah memahami arti keindahan
jika pergi sudah kau putuskan aku tak dapat menghalang..
kiranya kau izinkan aku pun akan turut meninggalkan demi persahabatan.

**i love u**
Ujung Pelangi

Saya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dengan siapa ?
Sendiri.
Mengapa?
Karena sepi.
Butuh teman ?
Saya butuh cinta.
Ada cinta di ujung pelangi ?
Tidak tau.
Bukannya kamu punya banyak cinta ?
Tidak juga.
Lalu mereka?
Satu dari mereka yang saya cinta sudah mau mati, satu dari mereka yang saya cinta tidak cukup dapat menyeimbangi, satu dari mereka yang saya cinta berbeda arah.
Lantas menyerah?
Tidak juga. Saya hanya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dimana ?
Saya juga tidak tau.
Lantas bagaimana ?
Jalani saja jalan ini lurus terus. Nanti MUNGKIN akan ada PEMBERHENTIAN TITIK AKHIR. MUNGKIN.