Ketika pelangi itu hadir
Tak akan ada hujan disini
Tak ada lagi awan dan petir yang berlari
Tak akan ada lagi rapalan dari sang pesakit hati
—-
Ketika pelangi itu hadir kembali
Mataharipun bersembunyi tak mau mengusik lagi
Awan-awan cumulu nimbus pun pergi memulangkan diri
Hanya sengegam hujan yang masih terpatri sebagai keseimbagan diri
—-
Ketika pelangi itu perlahan melenyapkan diri
Ah….
Petir dan awan itu mulai berlari ke arah sini
Matahari itu pun dengan gagah berani merajai diri
Tapi sinar itu tak perna lelah berhenti
Berpeluh keringat terus berlari
Mencapai awan-awan bermohkata
Agar tercipta pelangi lagi…
—-
Ketika pelangi itu seperti tak akan datang lagi
Hanya awan-awan cumulu nimbus yang tersengir terpuaskan menguasai wilayah diri
Tapi masih ada pucuk-pucuk mimpi sebagai tameng diri
Pucuk impian yang akan terus mengrayangi diri
Agar terus mengeliat dan tak mematungkan diri
—-
Ketika pelangi itu memang tidak akan datang lagi
Bercumbu dengan rasa ikhlas adalah yang terbaik untuk diri
Biarkan putik-putik ikhlas itu berkencan dengan awan-awan cumulu nimbus sang pelenyap pelangi
Hingga melahirkan ruang ruang hati yang akan siap di isi lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar