Ujung Pelangi
Saya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dengan siapa ?
Sendiri.
Mengapa?
Karena sepi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dengan siapa ?
Sendiri.
Mengapa?
Karena sepi.
Butuh teman ?
Saya butuh cinta.
Ada cinta di ujung pelangi ?
Tidak tau.
Bukannya kamu punya banyak cinta ?
Tidak juga.
Lalu mereka?
Satu dari mereka yang saya cinta sudah mau mati, satu dari mereka yang saya cinta tidak cukup dapat menyeimbangi, satu dari mereka yang saya cinta berbeda arah.
Lantas menyerah?
Tidak juga. Saya hanya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dimana ?
Saya juga tidak tau.
Lantas bagaimana ?
Jalani saja jalan ini lurus terus. Nanti MUNGKIN akan ada PEMBERHENTIAN TITIK AKHIR. MUNGKIN.
Saya butuh cinta.
Ada cinta di ujung pelangi ?
Tidak tau.
Bukannya kamu punya banyak cinta ?
Tidak juga.
Lalu mereka?
Satu dari mereka yang saya cinta sudah mau mati, satu dari mereka yang saya cinta tidak cukup dapat menyeimbangi, satu dari mereka yang saya cinta berbeda arah.
Lantas menyerah?
Tidak juga. Saya hanya pergi.
Kemana ?
Mencari ujung pelangi.
Dimana ?
Saya juga tidak tau.
Lantas bagaimana ?
Jalani saja jalan ini lurus terus. Nanti MUNGKIN akan ada PEMBERHENTIAN TITIK AKHIR. MUNGKIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar